Senin, 25 Oktober 2010

Cacing

A. Pendahuluan

Cacing merupakan hewan bertubuh memanjang, lunak, tidak berangka dan tidak mempunyai kaki. Ujung depan bagian tubuh cacing disebut anterior, ujung belakangnya disebut posterior, permukaan punggung disebut dorsal, dan permukaan perut disebut ventral. Cacing mempunyai persamaan yang khas, dan sering disebut vermis.

Dalam klasifikasi, cacing dibagi 3 yaitu :

1.Plathyhelminthes

Struktur lebih sederhana dengan ciri khas tubuh :

a. Pipih dan bilateral simetris

b. Embrio trophoblastik

c. Epidermis lunak

d. Pencernaan belum sempurna

e. Tidak terdapat rongga tubuh

f. Tubuh lunak

g. Syaraf sepasang ganglion

h. Bersifat hemaphrodit dan internal

Kelas plathyhelminthes ada 3 yaitu :

1. Turbelaria (berbulu getar)

2. Trematoda (cacing isap)

3. Cestoda (cacing pita)

2.Nemathelminthes

Disebut juga cacing giling, karena tubuhnya bulat panjang, tidak memiliki ruas-ruas dan tertutup kutikula. Dan cacing giling ini digolongkan Trophoblastika pseudoselomata dan tidak punya rongga tubuh.

Nemathelminthes memiliki alat pencernaan sempurna, tubuh bilateral simetris, tidak punya respirasi, tubuh tertutup lapisan kutikula, system syaraf berupa cincin, generatif dan berkelamin terpisah (dioseus) dan internal, juga tidak punya system peredaran darah tetapi memiliki cairan tubuh.

Nemathelminthes dibagi menjadi 2 kelas, yaitu :

1. Nematoda

2. Nematropoda

3. Annelida

Cacing ini tubuhnya menyerupai cincin. Perbedaan utama dari yang lainnya, yaitu tubuhnya bersegmen (beruas) yang disebut somit.

Ciri-ciri Annelida :

a. Tubuh bilateral

b. Bersifat trophoblastik

c. Permukaan tubuh tertutupi kutikula yang lembab

d. Alat tambahan berupa rambut kecil

e. Alat pencernaan sempurna

f. Ekskresi berupa nefridium

g. Alat peredaran darah tetutup

h. Belum punya alat pernapasan yang khusus

i. Syaraf sepasang ganglion

j. Hemaprodit (monoseus)

Bagian Annelida yang melekat pada endoterm disebut lapisan splanknik, sedangkan ectoderm disebut lapisan stomatik jadi Annelida adalah organisme trophoblastik selomata. Annelida dibagi menjadi 3 kelas, yaitu :

1. Oligochaeta (cacing berbulu sedikit)

2. Polychaeta (cacing berbulu banyak)

3. Hyrudinea (golongan lintah dan pacet)

Karakteristik yang dimiliki diantaranya adalah :

1.Tubuh berbentuk simetris bilateral, panjang, dan terdiri dari sigmen-sigmen.

2.Tubuh ditutupi oleh kutikula di seluruh kelenjar sensoris oleh epithelium

3.Dinding tubuh dan saluran pencernaan terdiri dari susunan otot longitudinal dan sirkular, rongga tubuh berkembang dan di batasi septa.

4.Saluran digestivus lengkap

5.Sistem sirkulasi tertutup

6.Pernapasan dapat berlangsung dengan kulit

7.Sistem ekskresi terdiri dari sepasang reproduksi

8.Sistem syaraf anterior dorsal berhubungan

9.Sistem reproduksi berkembang dengan membelah

B. TAKSONOMI

Phylum : Annelida

Class : Oligochaeta

Species : Lumbricus terrestris (cacing tanah)

Phylum : Platyhelminthes

Class : Cestoda

Species : Taenia sp. (cacing pita)

C. SISTEM PENCERNAAN

Sistem pencernaan pada cacing meliputi :

  1. Rongga mulut
  2. Parynx
  3. Oesophagus
  4. Tembolok ( crop)
  5. Gizzard (lambung yang menebal untuk menggiling makanan)
  6. Usus (mulai segmen ke 19 sampai anus)

D. SISTEM PEREDARAN DARAH

Darah dipompa kebagian depan oleh pembuluh darah dorsal dan dialirkan kebagian bawah melalui sepasang aortie arch atau jantung kedalam pembuluh sub intestinue bercabang ke usus, nefridium dan dinding tubuh.

E. SISTEM RESPIRASI

Respirasi dilakukan melalui difusi pada permukaan kulit.

F. SISTEM EKSKRESI

Sistem ekskresi oleh nefridium, setiap nefridium terdiri dari :

  1. Nefrostom, berupa corong bersilia
  2. Lubang ekskresi (nefridiofor) berupa ammonia, urea, dan keratin.

G. SISTEM SYARAF

Sistem syaraf berupa tangga tali dengan bagian utama sepasang ganglion otak, dimana ganglion otak dihubungkan dengan batang syaraf ventral oleh syaraf yang terletak di kedua sisi faring, disebut dengan circumpharingeal connectives.

H. SISTEM REPRODUKSI

Pada kelas Oligochaetes umumnya bersifat hemaphrodit. Alat reproduksi jantan, yaitu:

  1. Dua pasang testes kecil
  2. Saluran sperma
  3. Ductus efferent
  4. Ductus defferens
  5. Lubang jantan pada segmen ke-15
  6. Seminal vesicles (sebagai tempat penyimpanan sementara sperma)

Sedangkan alat reproduksi betina :

  1. Dua ovary
  2. Corong bersilia
  3. Oviduct terdapat pada segmen ke-14
  4. Dua pasang seminal receptaclet sebagai penerima sperma selama kopulasi disimpan sampai dibutuhkan untuk proses fertilisasi.

Tidak ada komentar: