Page

Selasa, 25 Januari 2011

The 7 Habits of Highly Effective Teens


The 7 Habits of Highly Effective Teens

Ini adalah salah satu program yang diberikan oleh sekolah saya saat SMA INDOCEMENT agar membentuk siswa-siswi yang sukses kelak.

Kehidupan remaja saat ini bukanlah kehidupan yang sepenuhnya menyenangkan. Diluar sana kini remaja harus berhadapan dengan banyak resiko yang tidak dihadapi oleh orang tua pada masa lalu. Mereka harus berhadapan dengan godaan narkoba, seks bebas, pornografi, dan tuntutan untuk selalu menjadi yang terbaik serta lingkungan yang tidak bersahabat.

Berbagai tantangan yang dihadapi saat ini, membuat remaja berada dalam suasana yang dilematis untuk menentukan pilihan yang terbaik bagi dirinya. Peran orang tua dan guru menjadi bagian yang penting bagi perkembangan remaja dewasa ini, tetapi yang paling penting adalah remaja harus mempunyai kendali atas dirinya sendiri.

The 7 Habits of Highly Effective Teens membantu remaja untuk menemukan kunci kesuksesan yang efektif, maka dari itu saya mencoba membaginya kepada kalain sahabat-sahabatku.

Habit 1 “JADILAH PROAKTIF”

Dengan menguasai kebiasaan pertama, seorang remaja akan mempunyai kendali atas dirinya sendiri sehingga tidak mudah terpengaruh hal negatif.

Habit 2 “MULAI DENGAN TUJUAN AKHIR”

Mengajarkan tentang kamu ingin menjadi apa dan apa yang ingin kamu kejar dan selesaikan dalam hidupmu. Intinya seorang remaja dapat menentukan tujuan dan sasaran hidupnya.

Habit 3 “DAHULUKAN YANG UTAMA”

Ada banyak sekali kegiatan pada masa remaja, tetapi pada tahap ini seorang remaja dituntut mampu menyusun prioritas dan mendahulukan hal-hal yang penting.

Dengan menguasai Habit 1 sampai 3, kamu akan meraih kemenangan pribadi.

Habit 4 “BERPIKIR MENANG-MENANG”

Menang disini bukan berarti hanya untuk diri sendiri. Seorang remaja yang berpikir menang-menang akan memberikan manfaat baik kepada orang lain, dan mengembangkan sikap SEMUA ORANG BISA MENANG.

Habit 5 “BERUSAHA MENGERTI DAHULU, BARU DIMENGERTI”

Setiap individu memerlukan teman untuk bertukar informasi, share, atau curhat. Intinya kita harus memahami teman kita dahulu baru kita akan di pahami oleh teman kita. Tapi ingat, memahami bukan berarti menggurui.

Habit 6 “WUJUDKAN SINERGI”

Apasih sinergi itu ? Sinergi tercapai setiap kali kamu menggabungkan tindakan-tindakan kooperatif atau kerjasama untuk mencapai tujuan bersama, bukan untuk tujuanmu sendiri.

Kalau sudah menguasai habit 4 sampai 6, kamu akan meraih kemenangan publik.

Habit 7 “ASAHLAH GERGAJI”

Kebiasaan yang menjadi penentu dalam mencapai kemenangan pribadi dan kemenangan publik. Kebiasaan ini membimbing kita untuk mampu menjaga keseimbangan empat dimensi kehidupan yang kita miliki, yaitu tubuh, otak, hati, dan jiwa.

Bagaimana ? Menarik bukan ? Tunggu apa lagi, ayo ikuti kegiatan dan tunjukkan pada semua orang bahwa anda bisa menjadi orang SUKSES.

Senin, 17 Januari 2011

Anda di cuekin ? Mau tipsnya ?

Anda di cuekin ? Mau tipsnya ?

Pernahkah anda merasakan situasi di mana orang yang diajak berbicara tidak memperhatikan Anda *dicuekin ? Kini, Anda bisa menilai lansung apakah orang yang anda ajak bicara memperhatikan Anda atau tidak. Caranya, tatap matanya.

Menurut neuroscientist Dr. Daniel Smilek, dari University of Waterioo, Ontario, Kanada, jika lawan bicara Anda terlalu banyak mengedipkan mata, bisa diartikan bahwa pikiran lawan bicara Anda sedang tidak fokus pada pembicaraan Anda.

Terlalu banyak berkedip menunjukkan pikiran seseorang sedang ‘berkelana’. Sehingga seseorang akan sulit untuk fokus pada pembicaraan Anda.

Tanda kedipan mata bisa mejadi salah satu faktor untuk menilai seseorang. Begitu juga “kita bisa melihat gerakan tubuh seseorang saat menerima informasi dari luar”.

Penelitian dengan melibatkan sekiranya 15 orang sukarelawan yang dihadapkan dengan sensor layar komputer untuk merekam setiap gerakan kedipan pada mata. Setiap sukarelawan kemudian disuruh untuk membaca dan mengobrol dengan seseorang untuk mengalihkan perhatian. Diketehui setiap orang yang pikirannya sedang menerawang akan sering melakukan kedipan mata.

“kami melihat bahwa saat Anda mulai berfikir, tanpa di sadari mata Anda akan melakukan gerakan sebagai respon mendapatkan informasi masuk ke otak.”

Penelitian itu juga mendukung teori sebelumnya yang menyebutkan bahwa orang berbohong lebih banyak mengedipkan mata.

Apakah Anda termasuk yang sering berkedip tatkala sedang di ajak berbicara ? kini anda dapat menilainya sendiri. Semoga bermanfaat.

Jumat, 14 Januari 2011

Apa yang bisa kita perbuat ?

Apa yang bisa kita perbuat apabila orang tua telah meninggal dunia ?

Allah SWT telah berfirman “akan putus amalan seseorang apabila ajal telah datang”. Apa yang anda pikirkan apabila salahsatu orang tua kalian meninggal dunia ? pasti rasa sedih, marah, emosi, dan putusa asa akan ada pada siapapun yang telah kehilangan orang tua yang kita sayang. Namun, alangkah baiknya apabila kita pasrah dan menerima apa yang telah di takdirkan oleh sang khalik karena itu ada kebaikan dari semua kejadian yang ada di bumi ini.

Sesuai frman Allah yang berbunyi “akan putus amalan seseorang apabila ajal telah datang” dalam firman ini sebenarnya ada tambahannya yaitu “kecuali ada 3 amal yang akan menyelamatkannya dalam siksa kubur yaitu (1) Ilmu yang bermanfaat (2) Infaq selama hidup (3) Doa anak yang sholeh.

Dari ketiga amal yang tidak akan putus itu, pernahkah kita berfikir ? Apakah orang tua kita mengamalkan ketiganya selama ia hidup ?

(1) Ilmu yang bermanfaat

Yang perlu anda pikirkan sebagai seorang anaknya adalah apakah orang tua kita seseorang yang mempunyai ilmu yang banyak, selalu mengamalkan ilmunya walaupun sedikit, atau tidak mempunyai ilmu dan tidak pernah mengamalkannya ? sebagai anak kita bisa bersyukur apabila orang tua kita adalah seorang guru yang selalu memberikan ilmu yang bermanfaat kepada orang lain, namun apabila tidak berilmu apa yang akan menolongnya di dalam kubur ?

(2) Infaq selama hidup

Yang perlu anda pikirkan adalah apakah orang tua kita seorang yang kaya raya ? apabila iya apakah orang tua kita selalu berbagi kekayaannya kepada fakir miskin dan orang yang membutuhkan ? apabila tidak itulah yang berat. Tidak akan ada amal shodakoh yang akan meringankan siksanya di dalam kubur.

(3) Doa anak yang sholeh

Sepertinya hanya amalan yang ketiga ini yang bisa kita perbuat untuk membantu orang tua kita yang telah meninggal. Apalagi apabila orang tua kita tidak punya ilmu yang bermanfaat untuk di bagikan (buta huruf/bodoh) dan tidak mempunyai kekayaan untuk berbagi dengan orang yang membutuhkan. Kita harus berusaha mengubah jalan hidup kita sebagai anaknya untuk lebih baik dan menjadi anak yang sholeh walau orang tua kita tidak pernah mendidik kita untuk menjadi orang yang sholeh tapi kita harus merubah diri kita agar dapat membantu orang tua kita yang telah meninggalkan dunia yang haya sementara ini.

Semoga tulisan ini dapat memotifasi kita sebagai anak dari kedua orang tua kita untuk menjadi lebih baik dan sholeh agar dapat membantu orang tua kita yang telah meninggal dunia.